APA PERBEDANYA TUMOR ,KISTA DAN KANKER

Perbedaan dan persamaan Tumor, kista dan kanker

 

Sebelum kita membahas perbedaan Tumor , kista dan kanker , berikut merupakan persamaan dari tumor , kista dan kanker yaitu :  sama-sama bisa tumbuh diberbagai organ, berbentuk sebuah massa jaringan, dan sama-sama mempunyai kemungkinan untuk menggangu fungsi dari organ terdekat dimana mereka berkembang.

Dari segi bahaya tentu saja kanker lebih berbahaya dari pada kista dan tumor jinak, namun jika tumor jinak tumbuh di tempat-tempat tertentu juga dapat berbahaya, begitu juga dengan kista, contohnya kista ovarium, biasanya akan mempengaruhi proses kehamilan dan proses terjadinya persalinan secara normal.
perbedaan miom, kista dan kanker

perbedaan miom, kista dan kanker

Persamaan antara kanker dan tumor

Banyak orang yang menganggap bahwa kanker dan tumor itu sama, sebab memang terdapat beberapa kemiripan sifat yang dimiliki keduanya. Berikut adalah kemiripan dari kanker dan tumor:

  • Keduanya sama-sama bisa tumbuh cukup besar. tumor jinak ataupun kanker bisa tumbuh hingga ukuran yang sangat besar sekali pun.
  • Kanker dan tumor, keduanya sama-sama berbahaya. Meskipun memang kanker masih lebih berbahaya dibandingkan dengan tumor jinak, namun jangan menganggap remeh tumor jinak yang tumbuh. Beberapa kasus tumor jinak akan sangat berbahaya, seperti tumor otak yang dapat menghancurkan struktur otak secara perlahan.
  • Keduanya dapat kambuh lagi di kemudian hari. Jika pengobatan kanker dan tumor tidak dilakukan secara tepat dan masih ada sel abnormal yang tertinggal di dalam tubuh, maka bukan tidak mungkin keduanya akan muncul kembali di bagian tubuh yang sama.

Berikut perbedaan Tumor, Kista dan kanker  

1. Tumor

  • Tumor Adalah sebuah massa jaringan yang tumbuh pada bagian tubuh, bisa pada bagian luar atau bagian dalam tubuh. Benjolan pada bagian tubuh ini sering juga di artikan dengan perkembangan sel-sel abnormal yang bersifat jinak.

Dari sifatnya Tumor tidak berpindah dari satu bagian tubuh ke organ tubuh lain, tumor hanya tumbuh dan berkembang  serta menetap pada organ tubuh itu saja. Umumnya Tumor tidak berbahaya. tapi jika ukuran pertumbuhan  terlalu besar mungkin akan menjadi masalah kesehatan dan bisa saja menekan fungsi organ sekitar. contoh nya Tumor yang tumbuh di dikepala, jika terlalu besar akan menekan fungsi otak. dalam hal ini perlu dilakukan penangan yang berbeda.

Tumor yang tumbuh di bagian dalam tubuh tidak terlihat secara kasat mata dan baru terdeteksi dgn pemeriksaan Diagnostik / atau pemeriksaan penunjang . Tumor berasal dari bahasa latin yang artinya perkembangan. Secara garis besar Tumor bisa di Definisikan sebagai pertumbuhan sel yang membentuk sebuah massa jaringan yang tidak normal dibagian tubuh manapun.

Tumor Dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu :

  • Tumor yang tumbuh secara perlahan dan tidak bersifat invasif, atau menyerang organ sekitar disebut dengan Mioma atau Tumor jinak.
  • sedangkan yang menyerang organ sekitar dan yang mengalami pembelahan sel yang tak terkendali disebut dengan kanker.

2. Kanker

Kanker Merupakan jenis dari tumor yang bersifat ganas, menyerang organ sekitar, memungkinkan untuk berpindah dan menyerang organ lain, perpindahan sel kanker disebut dengan metastasis. Kanker merupakan berbagai jenis penyakit yang terjadi akibat pembelahan sel secara tidak normal dan tak terkendali, kanker menyerang sel biologis atau sel normal yang berada di dekat nya. Pembelahan sel yang tidak normal ini terjadi akibat adanya kerusakan DNA dalam sel sehingga menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel tersebut.

Kanker dinamakan dengan nama dimana mereka tumbuh dan berkembang, misalnya kanker yang tumbuh di payudara disebut kanker payudara, kanker yang menyerang paru-paru disebut kanker paru-paru. begitupun dengan kanker servik dan jenis kanker lainnya.

Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi angka kejadian kanker adalah :
  • geografis (misal kanker serviks lebih banyak di negara asia), suku bangsa, variasi genetik, jenis kelamin (misal kanker payudara lebih banyak pada wanita), dan pengaruh lingkungan (makanan, pola hidup).

Tahap Terjadinya Kanker

  1. Induksi : ada perubahan sel (displasia)
  2. Kanker in situ : pertumbuhan kanker terbatas pada jaringan tempat asalnya tumbuh
  3. Kanker invasif : sel kanker telah menembus membran basal dan masuk ke jaringan atau organ sekitar yang berdekatan
  4. Metastasis : Penyebaran kanker ke kelenjar getah bening dan atau organ lain yang letaknya jauh (misal kanker usus besar menyebar ke hati). Penyebaran ini dapat melalui aliran darah, aliran getah bening, atau langsung dari tumor

Penyebab Kanker
Kanker terjadi karena kerusakan struktur genetik yang menyebabkan pertumbuhan sel menjadi tidak terkontrol.

Beberapa penyebab kerusakan gen yaitu :

  1. Kelainan genetik / bawaan (± 5%)
  2. Karsinogen (zat penyebab kanker)
  • merupakan sebagian besar penyebab kanker
  • jenis : virus (misal Human papillomavirus penyebab kanker mulut rahim), zat kimia (misal asap rokok menyebabkan kanker paru), sinar radiasi (radiasi ultraviolet pada saat terik dapat menyebabkan kanker kulit), dll

3. Pengaruh lingkungan hidup

Gejala Umum Kanker

Gejala kanker yang muncul tergantung dari jenis, tempat, dan stadium kanker. Gejala kanker pada umumnya adalah sebagai berikut :

  • Pembengkakan pada organ tubuh yang terkena (misal ada benjolan di payudara, di perut, dsb)
  • Terjadi perubahan warna (misal perubahan warna tahi lalat)
  • Demam kronis
  • Terjadinya batuk kronis (terutama kanker paru) atau perubahan suara (pada kanker di leher)
  • Terjadinya perubahan pada sistem pencernaan/ kandung kemih (misal perubahan pola BAB, BAB berdarah,dsb)
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan
  • Keluarnya cairan atau darah tidak normal (misal keluar cairan abnormal dari puting payudara)
  • Dll

Komplikasi Kanker
Dilihat dari penyebabnya, komplikasi akibat kanker dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Akibat langsung kanker (misal, sumbatan saluran cerna pada kanker usus, patah tulang pada kanker tulang, dsb)
  2. Akibat tidak langsung (misal, demam, penurunan berat badan, anemia, penurunan kekebalan tubuh, dsb)
  3. Akibat pengobatan (misal pembengkakan akibat sumbatan kelenjar getah bening pada radiasi kanker payudara; gangguan saraf tepi, penurunan kadar sel darah, kebotakan pada kemoterapi)

Diagnosis

Diagnosis kanker berdasarkan :

  • Gejala yang dirasakan pasien
  • Temuan pada pemeriksaan fisik
  • Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap pertanda tumor
  • Pemeriksaan radiologi : Rontgen, CT-Scan,. MRI, USG
  • Diagnosis pasti adalah melalui pemeriksaan patologi anatomi

Stadium

Untuk menetukan stadium, umumnya suatu kanker diklasifikasikan dulu menurut sistem TNM (Tumor, Node, Metastase) :

  • Tumor     : besar atau luas tumor asal (Tis = tumor belum menyebar ke jaringan sekitar; T1-4 = ukuran tumor)
  • Node       : penyebaran kanker ke kelenjar getah bening (N0 = tidak menyebar ke kelenjar getah bening; N1-3 = derajat penyebaran)
  • Metastase    : ada / tidaknya penyebaran ke organ jauh (M0 = tidak ada / M1 = ada)

Tujuan klasifikasi TNM adalah untuk perencanaan pengobatan, menentukan prognosis (perkiraan kemungkinan membaik/sembuh), evaluasi hasil pengobatan, dan juga untuk pertukaran informasi antar pusat pengobatan kanker (untuk rujukan).
Sehingga terdapat stadium kanker I, II, III dan IV, stadium I dan II disebut juga stadium dini, sedangkan stadium III-IV disebut juga lokal lanjut atau stadium IV disebut juga stadium lanjut atau telah bermetastasis.
Pengobatan Kanker :

Jenis pengobatan kanker adalah sebagai berikut :

  • Bedah
  • Radiasi
  • Kemoterapi
  • Terapi biologi
  • Herbal
  • Kombinasi

Jenis pengobatan yang dipilih tergantung dari jenis, lokasi, dan stadium kanker, kondisi fisik pasien, pilihan pasien, dan ketersediaan sarana. Pengobatan kanker pada stadium lanjut sangat sukar dan hasilnya sering tidak memuaskan. Sebaliknya, jika ditemukan pada stadium dini, maka umumnya kanker dapat disembuhkan.
Sebagai tolak ukur keberhasilan pengobatan kanker umumnya adalah 5 year survival (ketahanan hidup 5 tahun).

Faktor Risiko Umum Kanker
Faktor risiko adalah hal yang membuat seseorang memiliki risiko yang lebih tinggi unutk mendapatkan suatu penyakit.
Beberapa faktor risiko ada yang bisa diubah dan tidak. Faktor risiko umum kanker meliputi usia, jenis kelamin, riwayat kanker dalam keluarga, pola hidup, dan lingkungan. Seseorang yang mempunyai faktor risiko, tidak berarti orang tersebut pasti akan menderita kanker, hanya saja terdapat peningkatan kemungkinan terkena kanker.

Beberapa faktor risiko utama kanker yaitu :

  • Usia : Semakin tua usia seseorang, maka semakin meiningkat risiko terjadinya kanker. Umumnya kanker mulai muncul setelah usia 65 tahun. Namun anak-anak juga dapat menderita kanker.
  • Tembakau : Menggunakan produk tembakau, termasuk merokok, meningkatkan risiko kanker pada umumnya. Brehenti merokok (walau pada orang yang sudah merokok selama beberapa tahun) akan menurunkan risiko kanker dibanding orang yang terus merokok.
  • Sinar matahari : radiasi ultraviolet menyebabkan kerusakan kulit yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Sinar matahari di saat tidak terik sangat baik untuk pembentukkan vitamin D, namun di saat terik, pajanan ultraviolet bersifat merugikan. Dianjurkan untuk menghindari pajanan sinar matahari di saat terik dan menggunakan proteksi (misal pakaian tertutup atau sunblock)
  • Radiasi pengion : Jenis radiasi ini adalah radioaktif dari lingkungan, gas radon, dan sinar rongten. Prosedur medis yang menggunakan sinar radiasi adalah rontgen dan radioterapi. Risiko kanker dari sinar rontgen / sinar-x dosis rendah, sangat kecil. Radiasi dari radioterapi lebih besar. Namun begitu, dokter telah mempertimbangkan bahwa keuntungan penggunaan sinar radiasi tentu melebihi risikonya.
  • Zat kimia : Orang dengan pekerjaan tertentu dapat mengalami peningkatan risiko kanker, misalnya pekerjaan yang berhubungan dengan cat, pekerja konstruksi yang menggunakan zat kimia (misal asbes, benzena, kadmium, atau vinil klorida). Untuk mengurangi pajanan, harus diperhatikan prinsip keselamatan kerja dan penggunaan alat pelindung diri yang memadai.
  • Hormon : hormon estrogen dapat meningkatkan risiko kanker payudara
  • Riwayat kanker dalam keluarga
  • Alkohol : Konsumsi alkohol sebanyak 2 gelas atau lebih per hari dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut, kerongkongan, hati, dan payudara. Risiko kanker tersebut akan meningkat lagi bila disertai merokok.
  • Pola makan yang tidak sehat, aktivitas fisik kurang, dan berat badan berlebih. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pola makan tinggi lemak meningkatkan risiko terjadinya kanker usus besar, rahim, dan payudara.
  • Kurangnya aktivitas fisik dan berat badan berlebih meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara, usus besar, tenggorokan, ginjal, dan rahim.
  • Virus dan bakteri :
  1. Human papillomavirus (HPV) : merupakn penyebab utama kanker mulut rahim, dan juga merupakan faktor risiko untuk kanker lainnya.
  2. Virus Hepatitis B dan C : dapat menyebabkan kanker hati beberapa tahun setelah terinfeksi virus ini.
  3. Human T-Cell Leukemia/Lymphoma Virus : orang yang terinfeksi virus ini akan meningkatkan risiko terkena limfoma atau leekemia (keganasan darah)
  4. Human Immunodeficiency Virus (HIV) : infeksi HIV menyebabkan penyakit AIDS. Orang yang terinfeksi HIV memiliki risiko tinggi kanker tertentu, misalnya limfoma dan yang lebih jarang, sarkoma Kaposi.
  5. Eipstein-Barr virus (EBV) : infeksi HBV dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya limfoma
  6. Human Herpes virus8 (HHV8) : infeksi virus ini meningkatkan risiko terjadinya sarkoma Kaposi.
  7. Helicobacter pylori : infeksi bakteri ini menyebabkan luka di lambung dan dapat meningkatkan risiko terkena kanker lambung dan limfoma di sekitar lambung.

Berikut beberapa faktor risiko utama untuk kanker tertentu :

  • Kanker paru, mulut, tenggorokan, kandung kemih, ginjal, mulut rahim, dan pankreas : merokok, menggunakan produk tembakau (termasuk mengunyah tembakau). Merokok itu sendiri menyebabkan sepertiga kematian karena kanker.
  • Kanker kulit : pajanan terhadap sinar matahari yang menyengat (pada saat terik) tanpa proteksi.
  • Kanker payudara : usia (risiko kanker semakin meningkat dengan bertambahnya usia); perubahan kadar hormon sepanjang hidup, seperti usia menstruasi yang lebih muda, banyaknya kehamilan, dan usia saat menopause; kegemukan; dan aktivitas fisik. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan konsumsi alkohol dengan meningkatnya risiko kanker payudara. Selain itu juga riwayat kanker payudara pada ibu atau saudara perempuannya merupakan faktor risiko.
  • Kanker prostat : Usia lanjut, ras (Amerika-Afrika), diet tinggi lemak,dan juga riwayat kanker prostat pada ayah atau saudara laki-lakinya.
  • Secara keseluruhan, faktor lingkungan, termasuk konsumsi tembakau (merokok), pola makan, penyakit infeksi, zat kimia, dan radiasi menyebabkan sekitar 75% kanker di Ameirka Serikat. Di antara faktor risiko tersebut, konsumsi tembakau, pola makan yang tidak sehat, dan aktivitas fisik merupakan yang tersering dikaitkan dengan risiko kanker.

Pencegahan Kanker
Menurut WHO, diperkirakan lebih dari 40% dari seluruh kanker dapat dicegah. Ketimpangan negara maju dan berkembang adalah dalam hal pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan.
Pencegahan kanker bersifat umum dan khusus.

  • Pencegahan umum meliputi promosi kesehatan (misal pola hidup dan makan yang sehat, menghindari bahan karsinogen) dan deteksi dini
  • Pencegahan khusus adalah upaya pencegahan terhadap suatu jenis kanker tertentu. Misalnya vaksin Hepatitis B untuk mencegah kanker hati; vaksin HPV pada wanita usia 9-26 tahun untuk mencegah kanker leher rahim; dsb.

 

3. Kista

Kista adalah rongga patologis yang bisa terbentuk di bagian tubuh manapun, kista juga merupakan jenis tumor jinak yang sedikit lebih lembut jika diraba karena kista berupa kantong yang berongga biasanya diisi oleh gas, cairan kental, darah, ataupun cairan setengah padat.

Sedangkan tumor umumnya sedikit lebih keras karena sifatnya seperti massa jaringan. ada beberapa kasus terkadang kista juga dapat diisi oleh beberapa jenis organ tubuh yang tidak normal seperti gigi dan rambut. bagian luar yang membungkus kista disebut kapsul.

Kista biasanya tidak berbahaya, namun bebarapa kondisi dapat menjadi masalah. contohnya kista ovarium, yaitu kista yang tumbuh pada bagian ovarium, jika terlalu besar dapat menghambat jalan nya persalinan secara normal dan menyebabkan berbagai masalah kehamilan lainnya.

Selain itu kista yang tumbuh di organ dalam tubuh juga bahaya. apabila sewaktu-waktu pecah dan menumpahkan isi nya di dalam perut.

Perbedaan antara kanker dan tumor

Meskipun ada beberapa persamaan, namun kanker dan tumor tetaplah kedua hal yang berbeda. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan yang dimiliki keduanya, yaitu:

  • Pertumbuhan kanker lebih cepat. Sel kanker memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, sementara sel tumor tidak.
  • Kanker mampu untuk menyebar ke bagian tubuh lain. Tidak seperti sel tumor yang hanya tumbuh dan menetap pada salah satu bagian tubuh saja, sel kanker mampu untuk menyebar dengan cepat ke bagian tubuh mana pun.
  • Lokasi kekambuhan. Pada tumor jinak, biasanya kekambuhan akan terjadi lagi pada bagian tubuh yang sama seperti kasus sebelumnya. Tetapi pada kanker, kekambuhan bisa terjadi pada bagian tubuh mana pun.
  • Pengobatan yang berbeda. Tumor jinak biasanya cukup dihilangkan dengan cara dioperasi dan diambil semua jaringan tumor yang sedang tumbuh tersebut. Namun pada kasus kanker, pengobatannya sedikit lebih kompleks. Sel kanker yang bersifat menyebar dan tumbuh dengan cepat harus dimatikan dulu dengan obat kemoterapi atau radiasi. Kemudian, tumor ganas tersebut baru akan dioperasi, diangkat sisa-sisa selnya.

Baca Juga !!!

%d bloggers like this: